Beranda / Potensi Desa / Gurihnya Bisnis Keripik Tahu Dukuh Kanoman
Gurihnya Bisnis Keripik Tahu Dukuh Kanoman
Senin 24 Juli 2017

Gagaksipat - Tahu merupakan salah satu bahan masakan yang terbuat dari bahan dasar kacang kedelai. Tahu dapat diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat dan bergizi. Tahu juga dapat diolah menjadi sebuah makanan ringan yang sangat nikmat yaitu dibuat menjadi keripik tahu.

Keripik tahu banyak dijual di toko, swalayan dan pusat oleh-oleh dan banyak disukai oleh semua kalangan baik muda maupun tua. Melihat banyaknya penikmat keripik tahu membuat peluang usaha keripik tahu cukup menguntungkan, Teguh Hartono warga Desa Gagaksipat tertarik untuk mencoba peruntungan. Warga dukuh Kanoman RT 01 RW 10, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolaliini membuat keripik tahu dibantu oleh 5 pegawai dengan sistem harian.

Teguh mulai menekuni usaha ini sekitar lima tahun yang lalu. Berawal dari banyaknya perajin tahu di dukuh Kanoman maka diadakanlah pelatihan dari Dinas Perindustrian Kabupaten Boyolali tahun 2011.

“Ibu-ibu dikumpulkan di rumah salah satu warga lalu diberi pelatihan cara membuat keripik tahu supaya ada variasi dalam mengolah tahu dan supaya dapat dijadikan peluang bisnis baru, “ kata pria 55 tahun ini.

Dalam sehari Teguh membutuhkan tahu mentah sebanyak 50 kg. Setiap sekali masak dibutuhkan tahu basah delapan kilogram tahu yang menghasilkan enam kilogram keripik tahu.

Teguh mendiamkan tahu basah selama satu hari supaya dingin, kemudian tahu dipress dengan mesin, diuleni dan diberi bumbu soda kue hingga sedikit mengembang untuk kemudian digoreng sebanyak 2 kali.

Dalam proses pembuatan keripik tahu membutuhkan setidaknya tiga mesin, yakni mesin pres, mesin ulen, mesin cetak dan mesin pengering. Untuk mesin pres, mesin ulen dan mesin cetak, Teguh memesan di tukang las di Donohudan dan dibeli seharga tiga juta lima ratus ribu rupiah. Untuk mesin pengering mendapat bantuan dari Dinas Perindustrian.

Keripik tahu buatan teguh dijual ke daerah Solo, Salatiga, Wonogiri, Sukoharjo dan sekitarnya, dan disetorkan ke toko oleh-oleh. Untuk pendistribusian dilakukan oleh anaknya dan dikirim 2 sampai 3 kali seminggu atau sesuai permintaan. Untuk harganya ukuran 2 Kg dijual ke pedangang Rp 70.000 dan tidak menjual eceran.

Keunggulan keripik tahu Teguh adalah rasanya gurih dan tidak kering atau seret jika sampai tenggorokan. Kekurangan keripik Teguh hanyalah belum memiliki bentuk yang kurang bagus.

Dalam menekuni usahanya ini, Teguh mengaku menjumpai banyak kendal. Salah satunya adalah belum memiliki merk dan tidak ada nomor produksi dari departemen kesehatan setempat. Selain itu para pedagang juga menjual keripik tahu buatan pengusaha lain.

Teguh berharap agar dibantu pemasaran dan menunggu kemauan dari Pemerintah Desa Gagaksipat untuk memajukan industri tahu di dukuh Kanoman.